Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Wednesday, June 16, 2010

How To Improve My Softskill

Softskill atau kemampuan yang berhubungan erat dengan Emotional Quote merupakan pendamping harskill dan sangat berperan didalam kehidupan sosial kita. Ada beberapa poin yang patut diperhitungkan dalam rangka meningkatkan softskill kita, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Melakukan aktivitas di luar kuliah
Ilmu pengetahuan tak hanya berasal dari bangku kuliah, pengalaman dan pengetahuan justru akan lebih banyak kita dapatkan di luar kuliah. Kebetulan untuk beberapa waktu ini saya mendapatkan kesempatan untuk magang di sebuah software house. Dan ternyata banyak sekali yang saya dapat dari sana seperti bagaimana berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain yang baru saja dikenal. Bagaimana sikap kita dalam menghadapi atasan dan rekan kerja, dan yang paling penting bagaimana kita memanage tingkat stress akibat beban tugas yang kita tanggung. Semua itu merupakan pengalaman berharga yang mungkin tak akan didapat di kelas.

Tuesday, May 4, 2010

Ciri-Ciri Subjek

Subjek merupakan unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari subjek,

•    Merupakan Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa
Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.
Contoh :
Kurniawan sedang mengisi KRS.
Siapa yang mengisi KRS? 
Jawab : kurniawan. Maka kurniawan adalah Subjek

•    Disertai Kata Itu
Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama negara, instansi, atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu.
contoh :
Mahasiswa itu sedang berorasi.

Hubungan antara softskill dengan perilaku korupsi

Softskill yang menjadi fokus baru mata kuliah di Universitas Gunadarma, menekankan pada pengembangan kepribadian mahasiswa terhadap diri dan lingkungannya. Dengan adanya mata kuliah softskill diharapkan mahasiswa lebih mampu untuk meningkatkan diri tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga dalam hal non teknis lain seperti kejujuran dan tanggung jawab.

Proporsi

Menurut jenisnya proposisi dibagi ke dalam empat aspek yaitu berdasarkan bentuk, berdasarkan sifat, berdasarkan kualitas dan berdasarkan kuantitas. Berikut adalah penjelasannya.


1. Berdasarkan bentuk
Proposisi berdasarkan bentuk dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Tunggal
Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.

Contoh :
- Semua manusia membutuhkan air.
- Semua pengendara sepeda motor harus memakai helm.

b. Proposisi Majemuk
Proposisi majemuk adalah yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.

Contoh :
- Semua petugas pajak haruslah jujur dan bertanggungjawab.
- Semua mahasiswa harus belajar dan berdoa.

Sunday, April 4, 2010

Penalaran

Penalaran merupakan proses berpikir yang menggabungkan antara fakta hasil pengamatan dan pengambilan kesimpulan. Penalaran seringkali bertolak belakang dengan pengamatan indera atau observasi empirik. Pada penalaran, dapat dihasilkan sejumlah konsep dan pengertian terhadap beberapa pengamatan indera.

Beberapa pengamatan sejenis menghasilkan suatu proposisi sejenis yang sudah diketahui atau dianggap benar. Proposisi-proposisi inilah yang menjadi dasar penyimpulan atau disebut juga sebagai premis (antesendens).

Kemudian dari premis tersebut dapat diambil suatu proposisi baru yang menghasilkan kesimpulan atau konklusi (consequence). Inilah yang dinamakan proses penalaran.

Dalam proses penalaran terdapat beberapa prinsip yang dijadikan acuan diantaranya adalah prinsip identitas, prinsip nonkontradiksi, dan prinsip eksklusi tertii, dan sebagai tambahan pelengkap prinsip identitas adalah prinsip cukup alasan.

Pola Hubungan Subyek dan Predikat

Bahasa yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan atau kalimat deklaratif jika ditinjau berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pernyataan analitik dan pernyataan sintetik. Pernyataan (statement) dalam logika ditinjau dari segi bentuk hubungan makna yang dikandungnya, pernyataan itu dinamakan juga proposisi.

Proposisi atau pernyataan berdasarkan bentuk isinya dibedakan antara 3 macam, yakni proposisi tunggal, proposisi kategorik, dan proposisi majemuk. Dari ketiga proposisi tersebut, yang akan dibahas di sini ialah proposisi kategorik, sebab dari proposisi ini dapat terlihat pola hubungan antara subjek dan predikat.

Thursday, February 25, 2010

My Short Autobiography

Lahir di kota Jakarta tahun 1989, tepatnya pada tanggal 8 september dengan dianugerahi nama Adi Kurniawan. Seorang anak laki-laki pertama dari pasangan Amat Sahro dan Tuginem. Terdengar tak biasa memang nama mereka, tak seperti nama-nama orang kota pada umumnya.

Ayah dan Ibu Saya adalah perantau dari desa. Ayah Saya merantau sejak lulus STM ke jakarta dengan modal seadanya, berharap bisa mencari pekerjaan yang layak di Ibukota. Ia sempat menumpang di tempat sanak saudara sebelum akhirnya memutuskan untuk menyewa kontrakan setelah mendapat pekerjaan. Berbagai pekerjaan dijalaninya, dan berkat kerja kerasnya keluarga kami bisa bertahan di kota besar sampai sekarang ini.

Belum genap Saya berumur dua tahun, Ayah Saya mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam pelatihan kerja ke Jepang dari tempat Ia bekerja, National –Gobel (sekarang Panasonic) selama beberapa bulan. Ia terpaksa harus meninggalkan Saya dan Ibu Saya di kontrakan kecil kami. Banyak kejadian penting saat Ia berada disana, dan paling Saya ingat dari cerita Ibu Saya adalah saat Saya jatuh sakit dan tak sanggup untuk pergi ke dokter. Saat itu keadaan ekonomi kami memang sedang berada di bawah, namun beruntung kami tinggal di lingkungan dengan solidaritas yang tinggi dan akhirnya ada seorang tetangga yang berbaik hati membawa Saya ke dokter.

Beruntung Saya sempat mengenyam asyiknya taman kanak-kanak di TK Harapan Bunda. Namun tak seperti anak lain, Saya sudah mampu membaca sebelum masuk TK walaupun masih belum fasih. Disini juga Saya mendapatkan adik pertama Saya yang kebetulan berjenis kelamin laki-laki.
Di umur 6 tahun, keluarga memutuskan untuk pindah dan mencoba untuk mengangsur rumah. Kami tinggal di BTN (bayar tapi ngutang) yang beralamat di Puri Nirwana 1 Cibinong. Letaknya strategis dan jalan aksesnya sangat mudah.

Wednesday, February 24, 2010

Mengapa mempelajari Bahasa Indonesia

Bahasa pada dasarnya merupakan alat komunikasi antar individu yang satu dengan individu lainnya. Dipakai untuk menyampaikan informasi agar untuk menyamakan persepsi ataupun sekedar berbincang-bincang. Namun bahasa juga dapat menjadi suatu alat pembeda, suatu karakteristik yang mencirikan golongan tertentu.
Bahasa seperti yang telah kita ketahui, sangat banyak ragamnya di Indonesia. Mulai dari bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Betawi, dan bermacam-macam bahasa daerah lainnya. Inilah yang menjadi sumber kekayaan kita bangsa Indonesia. Keanekaragaman budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh Nusantara ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Namun keragaman yang disikapi dengan tidak baik justru berdampak pada perpecahan. Berpotensi merusak kesatuan bangsa Indonesia yang dimulai dari kebanggaan berlebih suatu suku hingga akhirnya menarik diri dari suku lain. Untuk itu diperlukan suatu pemersatu bangsa agar dapat terjalin hubungan yang harmonis antar suku-suku di Indonesia.

Friday, September 18, 2009

Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Dunia ??

            Bahasa merupakan suatu alat untuk menyampaikan berbagai informasi antara satu individu ke individu yang lainnya, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa dalam ruang lingkup dunia, dapat mencirikan karakterisrik serta kebudayaan suatu negara. Walaupun banyak negara yang berpedoman pada satu bahasa sebagai bahasa resmi negara mereka, namun penyampaian, tata bahasa, serta aksen-nya pasti akan berbeda.


            Kita sebagai rakyat Indonesia patut berbangga mempunyai bahasa kita sendiri “Bahasa Indonesia”. Bahasa Indonesia memang berasal dari bahasa Melayu, namun segala seuatu pastinya bersumber pada suatu titik dan bermuara di tempat tertentu sesuai jalan yang dipilihnya. Perkembangan selama bertahun-tahun, serta penyempurnaannya menjadikan bahasa Indonesia menjadi sebuah bahasa yang berdiri sendiri dengan berbagai tata cara dan aturan yang berbeda dengan bahasa lain.